Jawa Timur Gemakan Asian Games 2018
![]() |
| Foto: Yakub Mulyono/detikSport |
Tahun 1962, Indonesia didapuk menjadi tuan rumah Asian Games untuk pertama kalinya dan kini, tahun 2018, Indonesia kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar kejuaraan dunia olahraga yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada 8 Agustus 2018. Segala bentuk promosi dan dukungan pun gencar dilakukan terutama dari pihak pemerintah. Selain itu, pemerintah melakukan berbagai persiapan mulai dari kesiapan infrastruktur hingga para atlet. Banjir dukungan pun datang dari seluruh masyarakat Indonesia dan beberapa daerah juga ikut dalam event besar ini.
Daerah yang turut memeriahkan Asian Games salah satunya adalah Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan dukungan penuh kepada atlet Jawa Timur mulai dari memberikan latihan rutin kepada atlet melalui pelatnas dan iming-iming pemberian bonus kepada jagoan Jawa Timur. Namun, Soekarwo belum menyebutkan jumlah besaran yang akan diberikan. (Wah, sepertinya besar sekali ya). Menurutnya, Jawa Timur memiliki rekam jejak yang membanggakan di dunia olahraga internasional, "Jatim menjadi tulang punggung untuk memperkuat kontingen Indonesia," ujarnya.
![]() |
| https://regional.kompas.com/read/2018/05/27/05391091/bola-raksasa-berdiameter-35-meter-diarak-jelang-asian-games |
Tak hanya dari pemerintah, masyarakat pun turut antusias memberikan dukungan secara moril kepada atlet Asian Games (http://dukungbersama.id) kebanggaan Indonesia. Masyarakat di Kabupaten Bondowoso salah satunya. Tak tanggung-tanggung sebuah bola raksasa berdiameter 3,5 meter diarak ratusan warga Bondowoso, Jawa Timur, di kawasan kampung kopi Jalan Pelita, Sabtu (26/5/2018) malam. Dilansir dari kompas.com, antusiasme warga ini untuk memberikan semangat dan dukungan kepada atlet Indonesia agar menjadi juara.“Nantinya bola raksasa tersebut akan ditempatkan di masing-masing provinsi sebagai bentuk kesiapan kita sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games,” ucap Asisten Deputi Industri dan Promosi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Sandi Suwardi Hasan. Masyarakat Bondowoso pun ikut senang terlibat di dalamnya.
Bukan hanya masyarakat Bondowoso saja, masyarakat di Kabupaten Jember ikut mempromosikan Asian Games 2018 dengan berbagai kegiatan diantaranya Pameran Industri dan Promosi Olahraga, Lomba yel-yel dukungan untuk atlet Indonesia, Perform Talent Fest, Talkshow, dan Workshop bertemakan Challenge Sporty. Jember dipilih oleh Kemenpora karena perannya sebagai kota satelit dalam menampung dukungan asian games 2018.
Berpindah ke Ibu Kota Jawa Timur. Sebuah kota yang dijuluki sebagai kota metropolitan kedua setelah Jakarta ini tentu juga mengadakan kegiatan luar biasa menyebarkan virus dukungan Asian Games dari daerah Jawa Timur. KulineRun dipilih sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata dan memperkenalkan kearifan budaya lokal khususnya bidang kuliner. Kegiatan yang menggabungkan unsur olahraga lari dan kuliner menjadi salah satu kegiatan kreatif dalam membantu pemerintah untuk menyebar demam Asian Games dengan menempatkan logo ‘Asian Games 2018’ di jersey seluruh peserta Surabaya KulineRUN.
Namun, dibalik gegap gempita kota pahlawan ini masih banyak warga Jawa Timur yang belum mengetahui kapan Asian Games berlangsung. Bahkan, sepanjang perjalanan saya menyusuri jalan raya dari Bandara Juanda menuju daerah Surabaya Barat yang memakan waktu kurabg lebih 1,5 jam, tak sedikit pun mata saya menangkap baliho atau spanduk dukungan Asian Games. Justru malah ajakan nonton bareng Piala Dunia saya anggap lebih mendominasi dan menarik perhatian saya.
Entah apa yang terjadi, setelah saya mewawancarai beberapa teman saya, mereka seolah acuh tak acuh, khususnya mereka yang merupakan kalangan generasi Z banyak yang tidak tahu kapan dan di mana perhelatan akbar tersebut. Padahal, gencaran promosi telah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai kalangan dalam menggalang dukungan. Faktanya, euforia Asian Games kurang begitu terasa dibanding World Cup 2018.
Promosi yang telah dikumandangkan mulai dari media cetak hingga media massa televisi barangkali belum cukup untuk menggemparkan bahwa Asian Games milik Indonesia (https://indonesiabaik.id/). Siaran televisi lokal maupun nasional sudah sering memberitakan tentang berbagai persiapan Asian Games yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang. Bahkan, maskot lucu dan menggemaskan juga berjejer di meja para pewarta berita.
![]() |
| http://mastel.id/tahun-2017-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-capai-143-26-juta/ |
Generasi Z sangat intens dengan dunia digital apalagi media sosial. Seolah media sosial bisa lebih dekat dibandingkan keluarga mereka. Kenyataannya, ada 143,26 juta pengguna aktif internet di Indonesia atau sekitar 55% dari total penduduk di Indonesia dan sebagian besar merupakan usia produktif. Gen Z mengecek media sosial mereka selama 3 jam 15 menit setiap hari. Artinya, generasi digital seperti mereka sudah sangat jarang melirik televisi. Youtube dan Instagram dianggap lebih seksi untuk dinikmati karena konten-konten yang menarik perhatian mereka.
Oleh karena itu, menurut salah satu dosen Universitas Ciputra, Patrisia Amanda,
"Anak muda jaman sekarang bukan tidak peduli Indonesia jadi tuan rumah mungkin memang mereka tidak tahu walau sudah banyak disiarkan di televisi tetapi kurangnya iklan di media sosial seperti Facebook ads, Youtube ads, dan Instagram yang terbukti ampuh sebagai media pemasaran."
Sehingga, gema Asian Games tak mereka pedulikan. Sudah sepatutnya panitia Asian Games dan pihak pemerintah juga menggaungkan di media sosial. Iklan di media sosial jauh lebih murah dibanding dengan iklan di televisi dan tentu lebih berdampak bagi masyarakat. Menurut penelitian, generasi digital merasa tidak terganggu dengan hadirmya iklan pop up tersebut. Justru, pengguna akun media sosial akan mengecek iklan yang muncul pada media sosial mereka.
Sebagai masyarakat Indonesia (https://indonesiabaik.id/) dengan jumlah penduduk usia muda lebih banyak seharusnya juga ikut menggaungkan perhelatan olahraga terbesar di Asia melalui akun mereka. Seperti melalui instastory pada akun Instgaram mereka. Sehingga, akan menimbulkan efek domino yang mendorong pengguna akun lain juga berbuat hal serupa.
Asian Games (https://dukungbersama.id/) merupakan acara besar rakyat Indonesia. Bukan hanya event pemerintah, perlombaan bagi atlet ataupun event bagi volunteer dan Inasgoc, melainkan, acara kita bersama, perlombaan kita bersama untuk menyukseskan event ini. Karena event ini akan sangat lama terulang kembali. Negeri kita saat ini sedang menoreh sejarah menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sudah sepatutnya masyarakat Indonesia mendukung bersama (http://dukungbersama.id) perlombaan olahraga terbesar se-Asia di media sosial mereka maupun media lainnya. Perhelatan ini merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia.
Saya generasi Z mendukung penuh Asian Games 2018! Mari, kita dukung bersama atlet kebanggaan Indonesia dan Asian Games 2018!



Komentar
Posting Komentar