Kesuksesan Negara Ada di Tangan Perempuan
"Asal fokus, kerja keras, kerja pintar, kita bisa menjadi yang kita inginkan," itulah terucap oleh Eka Sri Lorena salah satu pengusaha wanita yang bergerak dibudang transportasi. Dahulu, sebelum sejarah menulis tanggal 21 April dinobatkan sebagai Hari Kartini. Hari disaat perempuan dijunjung tinggi martabat dan derajatnya setara dengan kaum adam. Perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan, perempuan tidak bersekolah, perempuan dianggap rendahan dan hanya pantas mengurus pekerjaan rumah tangga.
Namun, setelah Kartini memperjuangkan haknya kaum perempuan kini dapat setara dengan pria. Perempuan sangat boleh mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, perempuan juga boleh menjadi pemimpin.
Emansipasi wanita itulah sering kita dengar tentang hak wanita yang dijunjung tinggi dan kesetaraan gender. Emansipasi wanita harus dijunjung tinggi karena tak bisa lepas dari sebuah fakta yang menunjukkan sebagian besar populasi dunia dihuni oleh perempuan yang juga memiliki hak untuk unjuk gigi, memiliki hak untuk berkarya, bekerja dan berkarir di tengah publik. Hal inilah negara memiliki peran penting dalam menghapus diskriminasi terhadap perempuan. Bahkan salah satu prinsip dalam pandangan Feminisme Barat menegaskan bahwa setiap perempuan berhak untuk bekerja di luar rumah sebagaimana laki-laki asalkan tidak melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan.
Perempuan mampu berkompetisi dalam lingkungan kerja dan mampu membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin dan tonggak kebijakan. Hal ini telah dibuktikan oleh dua menteri berprestasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan mantan direktur pelaksana bank dunia, Sri Mulyani. Kedua sosok tersebut telah membuktikan bahwa mereka mampu unjuk kebolehan yang notabene bawahannya adalah laki-laki.
Susi Pudjiastuti sukses menenggalamkan kapal asing yang melakukan penangkapan ilegal untuk menyelamatkan laut Indonesia.
Keberaniannya patut diacungi jempol dan memperoleh 26,1% sebagai menteri terfavorit menurut survey Poltracking Indonesia. Tak hanya itu, ditahun pertama menjabat, beliau telah membuat gebrakan baru. Walau, sempat mengundurkan diri Ibu Susi, kabinet di bawah kepemimpinan Joko Widodo ini tetap memiliki semangat kerja,kerja,kerja. Hal ini ia lakukan dengan membentuk satgas pemberantasan illegal fishing bekerjasama dengan TNI-AL. Dalam 2 hari saja Susi mampu menenggelamkan 12 kapal di 3 wilayah berbeda yaitu Batam, Aceh, dan Pontianak. Ia lakukan bukan semata-mata atas kehendaknya melainkan atas amanat undang-undang tentang penenggelaman kapal maling Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan . Sudah sepatutnya hal tersebut beliau lakukan sebagai orang yang bergerak sebagai anghita eksekutif. Tak tanggung-tanggung beliau juga berani menganggarkan 100 miliar rupiah per pulau untuk pulau terkecil dan terluar seperti Merauke, Simeulue, Natuna, Sangihe agar terangkat perekonomiannya. Wanita yang sudah berpengwlaman di sektor perikanan ini memperjuangkan para pekerja di sektor perikanan dan kelautan dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No 35 Tahun 2015 tentang hak asasi manusia (HAM) pekerja di sektor kelautan dan perikanan.
Tak kalah menariknya dengan Sri Mulyani. Perempuan yang akrab disapa Ani ini melakukan pemangkasan anggaran sebesar 64,7 triliun dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Karena, menurutnya banyak anggaran yang tidak efisien di ranah kementerian. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah defisit anggaran tidak lebih dari 3 persen sesuai peraturan perundang-undangan. 165 Dana Alokasi Umum (DAU) daerah pun menjadi sasaran empuk Ani. Sebanyak Rp19,4 triliun kucuran dana dari pemerintah pusat banyak mengendap di bank daerah.
Selain itu, gebrakan Sri Mulyani yang sempat menjadi perbincangan para pengusaha dan konglomerat adalah program tax amnesty program tersbeut mampu menembus angka Rp 3.600 triliun pada periode pertama dalam pelaporan harta warga negara Indonesia (WNI).Capaian tersbeut tidak lepas dari Sri Mulyani melobai para kongomerat sekelas Bos Grup Djarum Robert Budi Hartono, Bos Sriwijaya Air Chandra Lie, Bos Grup Sinarmas Franky Widjaja untuk mendeklarasikan diri ikut dalam tax amnesty.
Kebijakan-kebijakan yang mereka ambil sebagai menteri perempuan mampu membuktikan bahwa negara dapat berubah menjadi lebih baik. Sudah saatnya kita akui bahwa perempuan dapat menunjukkan kinerja terbaiknya asal mau berusaha dan kerja pintar. Lingkungan juga menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir dan cara bersikap perempjan dalam bekerja. Namun, mau sampai kapan menyalahkan lingkungan. Perempuan harus percaya diri, fokus, dan gigih hal itulah yang dapat mengatasi perempuan di lingkungan yang kurang mendukung keberadaannya.
Asal perempuan Indonesia mau belajar, mau bekerjasama, dan memperluas wawasannya. Saya yakin sosoknya akan diakui terlepas apa jenis kelamin dan latar belakangnya. Saya rasa undang-undang di Indonesia sudah sangat menjunjung tinggi hak perempuan. Sekarang saatnya media juga turut serta lebih banyak dan intens menampilkan sosok perempuan yang dapat menjadi figur bagi masyarakat Indonesia khususnya perempuan masa kini.
Terbukti hanya 7% narasumber perempuan yang turut andil dalam pemberitaan media massa di Indonesia dibanding laki-laki yang lebih sering terjun dalam pemberitaan. Kebanyakan narasumber perempuan hanya muncul saat peringatan kartini, hari perempuan internasional, dan hari ibu. Saya tidak tahu apakah media memiliki sensitivitas terhadap sebuah gender atau redaksi tidak memiliki cukup nama perempuan yang mumpuni untuk dijadikan narasumber. Padahal, gaungan suara perempuan juga sangat penting terkait isu politik, ekonomi, sosial, dan lainnya. Perempuan juga memiliki andil besar dalam memajukan negara serta mengkritisi kinerja pemerintahan.
Dilansir dari bbc.com secara global, Indonesia menempati urutan ke 88 dalam laporan Global Gender Gap Index yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, jauh di bawah Thailand (urutan 71), Singapura (urutan 55), dan Filipina (urutan 7). Saat ini semua memiliki hak yang sama dalam segi apapun, terlepas dari apa gendernya asal bisa menunjukkan pada dunia bahwa perempuan bisa menjadi yang terbaik dan tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan khususnya mencerdaskan generasi selanjutnya adalah tanggung jawabnya. Gebrakan demi gebrakan dan ide kreaif kedua menteri di atas mampu membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin bukan hanya diri sendiri melainkan dalan lingkungannya.
https://c2live.com/ dan https://competition.c2live.com/lomba-blog-perempuan-juara
Namun, setelah Kartini memperjuangkan haknya kaum perempuan kini dapat setara dengan pria. Perempuan sangat boleh mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, perempuan juga boleh menjadi pemimpin.
Emansipasi wanita itulah sering kita dengar tentang hak wanita yang dijunjung tinggi dan kesetaraan gender. Emansipasi wanita harus dijunjung tinggi karena tak bisa lepas dari sebuah fakta yang menunjukkan sebagian besar populasi dunia dihuni oleh perempuan yang juga memiliki hak untuk unjuk gigi, memiliki hak untuk berkarya, bekerja dan berkarir di tengah publik. Hal inilah negara memiliki peran penting dalam menghapus diskriminasi terhadap perempuan. Bahkan salah satu prinsip dalam pandangan Feminisme Barat menegaskan bahwa setiap perempuan berhak untuk bekerja di luar rumah sebagaimana laki-laki asalkan tidak melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan.
Perempuan mampu berkompetisi dalam lingkungan kerja dan mampu membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin dan tonggak kebijakan. Hal ini telah dibuktikan oleh dua menteri berprestasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan mantan direktur pelaksana bank dunia, Sri Mulyani. Kedua sosok tersebut telah membuktikan bahwa mereka mampu unjuk kebolehan yang notabene bawahannya adalah laki-laki.
Susi Pudjiastuti sukses menenggalamkan kapal asing yang melakukan penangkapan ilegal untuk menyelamatkan laut Indonesia.
Keberaniannya patut diacungi jempol dan memperoleh 26,1% sebagai menteri terfavorit menurut survey Poltracking Indonesia. Tak hanya itu, ditahun pertama menjabat, beliau telah membuat gebrakan baru. Walau, sempat mengundurkan diri Ibu Susi, kabinet di bawah kepemimpinan Joko Widodo ini tetap memiliki semangat kerja,kerja,kerja. Hal ini ia lakukan dengan membentuk satgas pemberantasan illegal fishing bekerjasama dengan TNI-AL. Dalam 2 hari saja Susi mampu menenggelamkan 12 kapal di 3 wilayah berbeda yaitu Batam, Aceh, dan Pontianak. Ia lakukan bukan semata-mata atas kehendaknya melainkan atas amanat undang-undang tentang penenggelaman kapal maling Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan . Sudah sepatutnya hal tersebut beliau lakukan sebagai orang yang bergerak sebagai anghita eksekutif. Tak tanggung-tanggung beliau juga berani menganggarkan 100 miliar rupiah per pulau untuk pulau terkecil dan terluar seperti Merauke, Simeulue, Natuna, Sangihe agar terangkat perekonomiannya. Wanita yang sudah berpengwlaman di sektor perikanan ini memperjuangkan para pekerja di sektor perikanan dan kelautan dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No 35 Tahun 2015 tentang hak asasi manusia (HAM) pekerja di sektor kelautan dan perikanan.
Tak kalah menariknya dengan Sri Mulyani. Perempuan yang akrab disapa Ani ini melakukan pemangkasan anggaran sebesar 64,7 triliun dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Karena, menurutnya banyak anggaran yang tidak efisien di ranah kementerian. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah defisit anggaran tidak lebih dari 3 persen sesuai peraturan perundang-undangan. 165 Dana Alokasi Umum (DAU) daerah pun menjadi sasaran empuk Ani. Sebanyak Rp19,4 triliun kucuran dana dari pemerintah pusat banyak mengendap di bank daerah.
Selain itu, gebrakan Sri Mulyani yang sempat menjadi perbincangan para pengusaha dan konglomerat adalah program tax amnesty program tersbeut mampu menembus angka Rp 3.600 triliun pada periode pertama dalam pelaporan harta warga negara Indonesia (WNI).Capaian tersbeut tidak lepas dari Sri Mulyani melobai para kongomerat sekelas Bos Grup Djarum Robert Budi Hartono, Bos Sriwijaya Air Chandra Lie, Bos Grup Sinarmas Franky Widjaja untuk mendeklarasikan diri ikut dalam tax amnesty.
Kebijakan-kebijakan yang mereka ambil sebagai menteri perempuan mampu membuktikan bahwa negara dapat berubah menjadi lebih baik. Sudah saatnya kita akui bahwa perempuan dapat menunjukkan kinerja terbaiknya asal mau berusaha dan kerja pintar. Lingkungan juga menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir dan cara bersikap perempjan dalam bekerja. Namun, mau sampai kapan menyalahkan lingkungan. Perempuan harus percaya diri, fokus, dan gigih hal itulah yang dapat mengatasi perempuan di lingkungan yang kurang mendukung keberadaannya.
Asal perempuan Indonesia mau belajar, mau bekerjasama, dan memperluas wawasannya. Saya yakin sosoknya akan diakui terlepas apa jenis kelamin dan latar belakangnya. Saya rasa undang-undang di Indonesia sudah sangat menjunjung tinggi hak perempuan. Sekarang saatnya media juga turut serta lebih banyak dan intens menampilkan sosok perempuan yang dapat menjadi figur bagi masyarakat Indonesia khususnya perempuan masa kini.
Terbukti hanya 7% narasumber perempuan yang turut andil dalam pemberitaan media massa di Indonesia dibanding laki-laki yang lebih sering terjun dalam pemberitaan. Kebanyakan narasumber perempuan hanya muncul saat peringatan kartini, hari perempuan internasional, dan hari ibu. Saya tidak tahu apakah media memiliki sensitivitas terhadap sebuah gender atau redaksi tidak memiliki cukup nama perempuan yang mumpuni untuk dijadikan narasumber. Padahal, gaungan suara perempuan juga sangat penting terkait isu politik, ekonomi, sosial, dan lainnya. Perempuan juga memiliki andil besar dalam memajukan negara serta mengkritisi kinerja pemerintahan.
Dilansir dari bbc.com secara global, Indonesia menempati urutan ke 88 dalam laporan Global Gender Gap Index yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, jauh di bawah Thailand (urutan 71), Singapura (urutan 55), dan Filipina (urutan 7). Saat ini semua memiliki hak yang sama dalam segi apapun, terlepas dari apa gendernya asal bisa menunjukkan pada dunia bahwa perempuan bisa menjadi yang terbaik dan tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan khususnya mencerdaskan generasi selanjutnya adalah tanggung jawabnya. Gebrakan demi gebrakan dan ide kreaif kedua menteri di atas mampu membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin bukan hanya diri sendiri melainkan dalan lingkungannya.
https://c2live.com/ dan https://competition.c2live.com/lomba-blog-perempuan-juara



Komentar
Posting Komentar