Bullying, Budaya yang Tak Pernah Hilang

www.wtfclub.net
Kasus yang belum lama lenyap dari telinga kita adalah kasus bullying yang dilakukan di MH Thamrin kepada temanny dan kasus lain seperti mahasiswa disabilitas Universitas Gunadarma  yang dibully oleh teman kampusnya. Kasus-kasus di atas hanya segelintir kasus bullying di Indonesia yang tertangkap oleh media. Pada kenyataannya kasus seperti itu, tanpa kita sadari sering terjadi di lingkungan kita terutama lingkungan sekolah.

Masa remaja adalah masa di mana kondisi psikis para remaja masih sangat labil. Karena masa ini merupakan fase pencarian jati diri. Biasanya mereka selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru dilihat atau diketahuinya dari lingkungan sekitarnya, mulai lingkungan keluarga, sekolah, teman, dan masyarakat bahkan media. Semua pengetahuan yang baru diketahuinya diterima dan ditanggapi oleh remaja sesuai dengan karakter masing-masing. Disinilah peran lingkungan sekitar khususnya orang tua sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian seorang remaja.

Melesatnya perkembangan teknologi dan internet membuat para milenials membuat kasus baru yang belum lama ini dibuat peraturannya oleh menkominfo yaitu kasus bullying melalui media sosial. Lemahnya emosi para remaja dapat memunculkan suatu permasalahan jika tidak ditangani dengan tepat dan berkesinambungan dari akar permasalahan. 

Bullying berasal dari kata bully yang artinya penggertak, orang yang mengganggu orang yang lemah. Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, atau intimidasi (Susanti, 2006).


http://www.dinwiddie.k12.va.us


Budaya bullying seolah menjadi kebiasaan dan sangat sulit dihilangkan. Bullying biasanya terjadi karena si pelaku merasa dirinya lebih baik dan dilakukan kepada rekannya yang menurutnya lebuh rendah atau lebih lemah. Bullying dapat berbentuk ejekan fisik,psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional untuk mendapatkan keuntungan atau kepuasan mereka sendiri seperti pelaku ingin melihat korban dipermalukan oleh teman-temannya. Bullying merupakan bentuk awal dari perilaku agresif yaitu tingkah laku yang kasar. Bisa secara fisik, psikis, melalui kata-kata, ataupun kombinasi dari ketiganya. Hal itu bisa dilakukan oleh kelompok atau individu. Pelaku mengambil keuntungan dari orang lain yang dilihatnya mudah diserang. Tindakannya bisa dengan mengejek nama, mengejek cara bicaranya yang menurutnya berbeda, mengejek bentuk fisik korban diganggu atau diasingkan dan dapat merugikan korban.

Perilaku ini dapat berdampak besar bagi korban bully akan menutul dirinya dari lingkungan sosialnya dan bisa jadi korbam juga akan takut untuk berbicara dengan lepas. Hal ini akan menimbulkan trauma atau ketakutan bagi korban. Terbukti, menurut pengamatan www.wtfclub.net 160.000 siswa Amerika Serikat keluar dari sekolah atau pindah sekolah karena takut dibully. Bahkan, penyanyi sekelas Demi Lovato memutuskan untuk menempuk pendidikan melalui home schooling setelah menjadi korban bullying.

Oleh karena itu, yang harus dilakukan anak ketika mendapat perilaku bully secara langsung atau verbal  beritahu untuk diam dengan suara yang lantang, ini cukup ampuh untuk membuat si pembully terhenyak dan diam. Atau jika korban tidam berani mengungkapkannya carilah orang dewasa di sekitar tempat anda dibully untuk meminta bantuan.

Selain itu, jangan ragu untuk berbicara dengan orangtua apa masalah yang kamu hadapi. Janganlah menanggung masalah sendirian. Sebagai manusia, berhenti dan berpikir jika ingin mengatakan dan melakukan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain. Jika kalian merasa pernah menjadi korban di masa lampau dan ingin melampiaskan kepada orang lain,belajarlah memaafkan dan berbuat baiklah kepada orang lain. Mari kita bersama-sama untuk menghentikan perilaku bullying.

Komentar

value

Model Komunikasi Kids Jaman Now

Jawa Timur Gemakan Asian Games 2018

Inspirasi dari Finalis Jakarta Fashion Week 2018